JaringanHosting.com

Penyedia Windows Hosting, Reseller Hosting dan Cloud Server Terbaik dan Termurah di Indonesia.

JaringanHosting.com

JaringanHosting.com adalah provider ASP.NET dan Windows hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012, ASP.NET 4.5, ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch.

Windows ASP.NET Hosting Terbaik

JaringanHosting.com adalah penyedia Windows dan ASP.NET Hosting Terbaik di Indonesia. Kami merupakan Microsoft No #1 Spotlight Hosting Partner di Indonesia.

Paket Hosting Unlimited (*)

Bersama dengan JaringanHosting.com, Anda memiliki kebebasan dalam berkarya. Upload tulisan-tulisan menarik Anda di situs blogging Anda sepuasnya karena kami menawarkan paket Unlimited Disk Space dan Bandwidth.

Ada Pertanyaan? Hubungi Kami sekarang juga.

Jika Anda ada pertanyaan, silahkan hubungi kami di sales@jaringanhosting.com atau telp ke (021) 661 1105 / (021) 668 5588 / (021) 9327 7931.

Showing posts with label Programming. Show all posts
Showing posts with label Programming. Show all posts

Sunday, 9 June 2013

Tips Meningkatkan Kinerja Aplikasi ASP.NET

ASP.NET merupakan framework untuk membangun aplikasi web yang dikembangkan oleh Microsoft. Pada awalnya teknologi .NET merupakan penerus dari ASP yang juga merupakan produk software dari Microsoft. ASP bersama.NET menyediakan platform untuk para pengembang merancang dan mengembangkan situs web dinamis dan web portal.

Ada hal-hal tertentu yang harus dipertimbangkan pada saat meningkatkan kinerja aplikasi dalam membangun sebuah aplikasi web. Beikut ini beberapa tips untuk meningkatkan kinerja ASP.NET:
·         Matikan Session State (Turn Off the Session State)
Nonaktifkan session state jika Anda tidak memerlukan, karena hal ini akan meningkatkan kinerja keseluruhan. Secara default session state selalu aktif. Namun Anda dapat menonaktifkan session state untuk halaman tertentu saja.
·         Matikan Tracing (Turn Off Tracing)
Jika tracing diaktifkan, tracing akan menambahkan banyak overhead dalam pembuatan aplikasi. Meskipun tracing adalah fitur yang berguna dalam pengembangan karena memungkinkan developer untuk melacak trace aplikasi dan urutannya, tracing dapat dimatikan, kecuali jika Anda ingin memantau trace logging.
·         Hindari Halaman Validasi Server (Avoid Server side Validation)
Dalam hal ini, harus dicoba menggunakan validasi dari sisi klien, bukan sisi Server. Validasi sisi server akan mengkonsumsi banyak sumber daya pada server yang dapat mempengaruhi kinerja aplikasi.
·         Hindari Exceptions (Avoid Exceptions)
Exceptions mungkin merupakan salah satu pemakan sumber daya terbesar yang mengakibatkan menurunnya aplikasi web maupun aplikasi windows. Oleh karena itu, lebih baik untuk menghindari penggunaan dan penanganan exceptions yang tidak berguna.
·         Hindari Koneksi yang sering ke Database (Avoid Frequent Calls to Database)
Koneksi yang sering dibuat ke database bisa menghabiskan waktu respon serta sumber daya (resources). Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan Batch Processing. Membuat koneksi database minimum sebagai koneksi yang dibuka dan tidak ditutup, dapat menyebabkan perlambatan kinerja.
·         Hindari menggunakan Recursive Functions dan Nested Loops
Untuk meningkatkan kinerja aplikasi, usahakan agar selalu menghindari menggunakan recursive functions dan nested loops karena fungsi tersebut  mengkonsumsi banyak memori.
·         Matikan View State (Turn Off the View State)
Di ASP.NET, secara default view state akan aktif dan akan memperlambat situs web. Jadi jika Anda tidak menggunakan form postback, lebih baik untuk menonaktifkan view state.
·        Gunakan Caching (Use Caching)
          Halaman caching dapat digunakan untuk jangka waktu tertentu dan sampai durasi yang diminta tidak akan pergi ke server dan dilayani dari cache. Dalam kasus halaman web yang statis dan dinamis, Partial Caching [Fragmen Caching] dapat digunakan dengan memecah halaman ke dalam berberapa kontrol pengguna.

Masih banyak tips berguna lainnya yang dapat membantu untuk meningkatkan kinerja keseluruhan aplikasi. Peningkatan kinerja dalam aplikasi akan memiliki dampak besar bagi pengguna.

JaringanHosting merupakan perusahaan web hosting yang mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan terbaik pembangunan aplikasi berbasis .NET. Kami memiliki ahli pengembang .NET untuk memberikan solusi berkualitas menggunakan semua kerangka terbaru. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi web kami www.jaringanhosting.com.

Thursday, 23 May 2013

UPDATE From SELECT menggunakan JOIN in UPDATE Statement - SQL Server

Update from Select Statement adalah salah satu cara yang paling paling sering ditanyakan. Tidak semua orang tahu tentang bagaimana menggunakan beberapa tabel dengan bantuan klausa JOIN di dalam UPDATE.

Lihatlah contoh berikut. Ada dua table yaitu Tabel 1 dan Tabel 2.

Table 1
CREATE TABLE Table1 (Col1 INT, Col2 INT, Col3 VARCHAR(100))
INSERT INTO Table1 (Col1, Col2, Col3) 
SELECT 1, 11, 'First'
UNION ALL 
SELECT 11, 12, 'Second'
UNION ALL 
SELECT 21, 13, 'Third' 
UNION ALL SELECT 31, 14, 'Fourth' 
GO

Table 2 
CREATE TABLE Table2 (Col1 INT, Col2 INT, Col3 VARCHAR(100)) 
INSERT INTO Table2 (Col1, Col2, Col3) 
SELECT 1, 21, 'Two-One' 
UNION ALL 
SELECT 11, 22, 'Two-Two' 
UNION ALL 
SELECT 21, 23, 'Two-Three' 
UNION ALL 
SELECT 31, 24, 'Two-Four' 
GO

Untuk memilih dan menampilkan tabel.
SELECT * 
FROM Table1 
SELECT * 
FROM Table2 
GO

updatejoin1

Sekarang mari kita lihat gambar diatas. Pada Table 2 kita memiliki dua baris di mana Col1 adalah 21 dan 31. Kita akan memperbarui nilai dari Table 2 ke Table 1 untuk baris di mana Col1 adalah 21 dan 31. Selain itu, kita akan memperbarui nilai-nilai Col2 dan col3.

Yang paling mudah dan sederhana adalah dengan cara menggunakan JOIN pada UPDATE dan menggunakan beberapa tabel dalam pernyataan UPDATE tersebut, kemudian lakukan perintah statement yang dibuat dengan perintah berikut:

UPDATE Table1 
SET Col2 = t2.Col2, 
Col3 = t2.Col3 FROM Table1 t1 
INNER JOIN Table2 t2 ON t1.Col1 = t2.Col1 
WHERE t1.Col1 IN (21, 31)
GO

Mari kita pilih data dari tabel yang telah digabungkan dan diganti nilain-nilainya dengan perintah berikut:
SELECT * 
FROM Table1 
SELECT * 
FROM Table2 
GO

updatejoin2

Seperti yang Anda lihat bahwa menggunakan JOIN di dalam pernyataan UPDATE akan membuat kita memperbarui data dalam satu tabel dari tabel lain dengan sangat mudah. Selain itu Anda dapat menggunakan statement MERGE untuk melakukan hal yang sama, namun saya pribadi lebih suka metode di atas.