JaringanHosting.com

Penyedia Windows Hosting, Reseller Hosting dan Cloud Server Terbaik dan Termurah di Indonesia.

JaringanHosting.com

JaringanHosting.com adalah provider ASP.NET dan Windows hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012, ASP.NET 4.5, ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch.

Windows ASP.NET Hosting Terbaik

JaringanHosting.com adalah penyedia Windows dan ASP.NET Hosting Terbaik di Indonesia. Kami merupakan Microsoft No #1 Spotlight Hosting Partner di Indonesia.

Paket Hosting Unlimited (*)

Bersama dengan JaringanHosting.com, Anda memiliki kebebasan dalam berkarya. Upload tulisan-tulisan menarik Anda di situs blogging Anda sepuasnya karena kami menawarkan paket Unlimited Disk Space dan Bandwidth.

Ada Pertanyaan? Hubungi Kami sekarang juga.

Jika Anda ada pertanyaan, silahkan hubungi kami di sales@jaringanhosting.com atau telp ke (021) 661 1105 / (021) 668 5588 / (021) 9327 7931.

Showing posts with label Windows 2012 hosting. Show all posts
Showing posts with label Windows 2012 hosting. Show all posts

Monday, 25 November 2013

SQL Hosting Indonesia - Database Mirroring

Microsoft SQL Server adalah program Sistem Manajemen Dasis Data Relasional. Susunan dari Microsoft SQL Server dibagi menjadi tiga komponen. SQL OS yang melakukan layanan utama pada SQL Server, misalnya mengatur aktifitas, pengaturan memori, dan pengaturan Input/Output; Relational Engine yang bekerja sebagai penghubung komponen database, tabel, query, dan perintah tersimpan dan Protocol Layer yang mengatur fungsi-fungsi SQL Server. Dalam SQL ini terdapat suatu istilah yang dinamakan "Database Mirroring".

Apa itu Database mirroring?

Proses “penduplikatan” database ke tempat lain, dimana bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada database kita, misalnya mesin database crash, dan lain sebagainya. Kita bisa saja mempergunakan backup dari database kita apabila terjadi sesuatu dengan database kita, tetapi tentunya untuk proses recovery akan butuh waktu dan juga data yang ada tidak akan bisa pada state terakhir.

Kalian juga harus mengerti bahwa, database mirroring ini juga mendukung fasilitas untuk failover, dimana apabila terjadi sesuatu dengan database primary (principal server) kita masih punya cadangan di database sekunder (mirror server). Principal dan mirror server berkomunikasi sebagai partner dalam mirroring ini, dan masing-masing mempunyai role sebagai principal role dan mirror role, tetapi bisa saja pada suatu saat role ini berpindah, yang tadinya mempunyai role sebagai principal bisa saja menjadi mirror dan sebaliknya.




Lalu bagaimana untuk modelnya operasinya sendiri?
Mirroring di bedakan menjadi 2 jenis:

  • high-safety mode
  • high-performance mode. 
Keterangan : High-safety mode jalan dalam model synchronous sedangkan high-performance mode jalan dalam model asynchronous. 

Mirroring database adalah strategi sederhana yang menawarkan keuntungan sebagai berikut:
  • Meningkatkan perlindungan data.
Mirroring database menyediakan redundansi lengkap atau hampir lengkap dari data, tergantung pada apakah modus operasi tinggi-keamanan atau performa tinggi.
  • Meningkatkan ketersediaan database.
  • Meningkatkan ketersediaan database produksi selama upgrade.
Bagaimana Database Mirroring Bekerja?
Server utama dan mirror berkomunikasi dan bekerja sama sebagai mitra dalam sesi mirroring database. Dua database melakukan peran pelengkap dalam sesi: peran utama dan peran mirror. Pada waktu tertentu, satu database melakukan peran utama, dan yang lainnya melakukan peran mirror.
Mirroring database melibatkan mengulangi setiap insert, update, dan menghapus operasi yang terjadi pada database utama ke database mirror secepat mungkin. Pengulangan dilakukan dengan mengirimkan aliran catatan log transaksi aktif ke server mirror, yang berlaku catatan log ke database mirror, dalam urutan secepat mungkin. Tidak seperti replikasi, yang bekerja di tingkat logis, mirroring database bekerja di tingkat catatan log fisik.

Memilih mode database mirroring
Tiga mode operasional yang disediakan untuk mirroring:
  • synchronous
  • asynchronous
  • asyncfullpage
Modus sinkron adalah default. Mode ini mengontrol kapan dan bagaimana transaksi dicatat pada server mirror, dan Anda mengatur mereka dengan pilihan server-xp.
Bila memilih modus sinkronisasi untuk sistem mirroring database Anda, Anda harus menentukan apakah pemulihan kecepatan atau keadaan data yang lebih penting ketika terjadi failover.
Anda dapat memeriksa modus mirroring database dengan query nilai dari properti database MirrorMode:
  • Synchronous mode
Pada mode sinkron, transaksi berkomitmen dijamin akan direkam pada server mirror. Jika kegagalan terjadi pada server utama, tidak ada transaksi berkomitmen hilang ketika server mirror mengambil alih. Dalam mode ini, server utama mengirimkan halaman transaksi log untuk mirror ketika transaksi berkomitmen. Server mirror transmisi mengakui bahwa ketika telah menulis halaman-halaman untuk menyalin nya dari log transaksi. Server utama tidak membalas aplikasi sampai menerima pengakuan ini. Menggunakan mode sinkron menyediakan keamanan transaksi karena server operasional dalam keadaan disinkronisasi, dan perubahan dikirim ke mirror harus diakui sebelum utama dapat dilanjutkan.
  • Asynchronous mode
Dalam modus asynchronous, transaksi yang dilakukan tidak dijamin akan direkam pada server mirror. Dalam mode ini, server utama mengirimkan halaman transaksi log untuk mirror ketika transaksi di commit. Ia tidak menunggu pengakuan dari mirror sebelum menjawab ke aplikasi yang COMMIT telah selesai. Jika kegagalan terjadi pada server utama, ada kemungkinan bahwa beberapa transaksi yang dilakukan mungkin akan hilang ketika server mirror mengambil alih.
  • Asyncfullpage mode
Dalam Asyncfullpage mode, halaman tidak dikirim pada COMMIT, melainkan, mereka dikirim saat halaman penuh. Hal ini akan mengurangi jumlah lalu lintas antara dua server database dan meningkatkan kinerja dari server primer. Jika halaman log saat ini belum dikirim ke mirror untuk jumlah detik yang ditentukan oleh parameter pagetimeout, itu dikirim meskipun belum penuh. Para pagetimeout default adalah 5 detik. Menggunakan mode ini memberikan batas pada berapa lama transaksi berkomitmen terkena hilang jika server primer turun dan server mirror mengambil kepemilikan dari database. Asyncfullpage mode menyiratkan operasi asynchronous, sehingga server primer tidak menunggu pengakuan dari mirror.


Jika Anda mencari web hosting yang handal dan terjangkau atau email hosting, Anda dapat mempertimbangkan JaringanHosting.com.



Wednesday, 28 August 2013

Windows 2012 Hosting :: Windows Server Virtualization (Hyper-V) dan Hyper-V Manager pada Windows Server 2012

Bagi perusahaan Anda yang sudah menggunakan Windows Server 2008 dan akan migrasi ke Windows Server 2012 sangat tepat karena semua kebutuhan virtualisasi akan terjawab dengan menawarkan sebuah konsep virtualisasi yang langsung terintegrasi dengan role server, yaitu Windows Server Virtualization (Hyper-V). Hyper-V mendukung virtulisasi server baik untuk versi 64 bit maupun 32 bit.


Hyper-V (Hypervisor) adalah salah satu role yang terdapat pada Windows Server 2012. Hypervisor memungkinkan sebuah server/komputer fisik Physical Machine) menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan seolah memiliki banyak komputer/server yang bisa dijalankan sekaligus (Virtual Machine). Untuk dapat menjalankan role Hyper-V, dibutuhkan processor yang sudah support teknology virtualisasi, yaitu Intel-VT atau AMD-V. Pada tutorial kali ini kita akan membahas bagian-bagian penting pada Hyper-V Manager.


JaringanHosting.com adalah provider ASP.NET dan Windows hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012, ASP.NET 4.5, ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch.Untuk keterangan lanjutan, silahkan klik disini!
Hyper-V Manager adalah interface yang bisa anda gunakan untuk management Virtual Machine (VM). Ada banyak cara untuk mengakses Hyper-V Manager, salah satunya adalah dengan melalui Server Manager, yaitu melalui menu Tool > Hyper-V Manager.


AREA 1
Pada area ini terdapat server-server fisik (physical Machine) yang sudah terasosiasi dengan Hyper-V Manager. Pada gambar hanya terdapat 1 server fisik yaitu HYPERV03, Anda bisa menambahkan server-server lain pada area ini untuk dimanage.

AREA 2
Pada area ini terdapat virtual machine (komputer virtual) yang telah kita install pada physical machine (komputer fisik). Pada gambar terdapat 2 virtual machine, dengan nama Windows Server 2008 R2 dan Windows Server 2012 Full dalam kondisi running. Virtual machine ini adalah komputer virtual yang telah diinstall dan tersosiasi dengan physical machine HYPERV03 yang terdapat pada AREA 1.

AREA 3
Pada area ini terdapat snapshot-snapshot dari virtual machine yang ada pada area 2. Snapshot merupakan fitur yang digunakan untuk membuat titik awal (starting point) sebelum kita melakukan modifikasi terhadap sebuah virtual machine sehingga jika terjadi kesalahan dalam modifikasi kita bisa kembali lagi ke titik awal (starting point) yang telah dibuat sebelumnya, tanpa harus menginstall ulang sistem operasi pada virtual machine tersebut.

Snapshot biasanya digunakan untuk melakukan uji coba installasi software/driver sebuah virtual machine sebelum virtual machine tersebut benar-benar digunakan pada production network. Pada contoh gambar di atas tidak terdapat satu pun snapshot dikarenakan belum ada snapshot yang dibuat. Lebih detail tentang snapshot akan dibahas pada artikel tersendiri.

AREA 4
Area ini berisikan detail informasi yang terdapat pada masing-masing virtual machine yang ada pada AREA 2, seperti memory, networking, replication dan lain sebagainya.

AREA 5
Pada area ini terdapat action-action yang bisa anda lakukan pada Physical Machine pada area 1. Seperti mengganti pengaturan physical machine, konfigurasi virtual switch manager, membuat virtual hard disk, membuat virtual machine dan lain sebagainya.

AREA 6
Pada area ini terdapat beberapa action dan konfigurasi yang bisa anda lakukan pada virtual machine yang terdapat pada area 2 atau area 5. Konfigurasi yang bisa dilakukan seperti mengganti kapasitas memory, processor, hardisk, menghidupkan dan mematikan virtual machine.