JaringanHosting.com

Penyedia Windows Hosting, Reseller Hosting dan Cloud Server Terbaik dan Termurah di Indonesia.

JaringanHosting.com

JaringanHosting.com adalah provider ASP.NET dan Windows hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012, ASP.NET 4.5, ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch.

Windows ASP.NET Hosting Terbaik

JaringanHosting.com adalah penyedia Windows dan ASP.NET Hosting Terbaik di Indonesia. Kami merupakan Microsoft No #1 Spotlight Hosting Partner di Indonesia.

Paket Hosting Unlimited (*)

Bersama dengan JaringanHosting.com, Anda memiliki kebebasan dalam berkarya. Upload tulisan-tulisan menarik Anda di situs blogging Anda sepuasnya karena kami menawarkan paket Unlimited Disk Space dan Bandwidth.

Ada Pertanyaan? Hubungi Kami sekarang juga.

Jika Anda ada pertanyaan, silahkan hubungi kami di sales@jaringanhosting.com atau telp ke (021) 661 1105 / (021) 668 5588 / (021) 9327 7931.

Showing posts with label asp.net hosting. Show all posts
Showing posts with label asp.net hosting. Show all posts

Thursday, 25 September 2014

ASP.NET MVC Hosting - JaringanHosting.com ::Tips Meningkatkan Performa MVC

Mengakses database biasanya kinerja terbesar dalam web aplikasi. Tapi setelah kamu mengoptimalkan dan menyembunyikan query database kamu sebanyak mungkin disini terdapat 3 tutorial yang mungkin menguras beberapa request dari ASP.NET MVC applications dan web servers.
Tergantung dengan fitur yang kamu gunakan, beberapa mungkin tidak selalu berlaku pada aplikasi dan beberapa tidak terlalu berpengaruh. Kita tidak bisa menjamin berapa banyak perbaikan yang akan kamu liat tergantung dari aplikasinya.



Menonaktifkan Beberapa Engines Yang Tidak Digunakan

Ketika : aplikasi kamu menggunakan built-in display / Editor template (melalui Html.EditorFor atau Html.DisplayFor method) dan kamu hanya menggunakan salah satu dari engine nya.

Mengapa : ASP.NET MVC umumnya sangat bagus dalam meng-cache file (views, partials, display/editor templates). Disatu sisi, ada yang tidak bisa di cache, seperti penggunaan built-in (default) display/editor templates (dimana file yang dicari hilang).

Setiap kali Kamu menggunakan metodeHtml.EditorFor atau Html.DisplayFor dan Kamu tidak memiliki template yang cocok untuk MVC akan menghasilkan markup yang tepat untuk Kamu berdasarkan model metadata. Namun, sebelum itu terjadi ia akan mengecek, engine akan mengecek file template. Semakin banyak yang kamu registrasi, akan membutuhkan waktu yang sedikin untuk mengecek cache yang diulang sesuai yang di request. Jika kamu hanya menggunakan 1 engine dalam project kamu, kamu harus menghapus yang lain di Global.asax. Cara termudah untuk melakukannya yaitu dengan code berikut :
ViewEngines.Engines.Clear();
ViewEngines.Engines.Add(new RazorViewEngine());

Hindari Tampilang  Passing Null Models

Ketika kamu berhasil menggunakan tampilan model yang menggunakan HTML helper (seperti Html.TextBoxFor). Hal ini sering terjadi pada saat insert.

Mengapa Strongly-typed html helpers seperti Html.TextBoxFor(m => m.Name) akan mencoba untuk menampilkan nilai dari model menggunakan expression. Namun apabila sepanjang expression hasilnya Null NullReferenceException akan dibuang dan expression akan dievaluasi. Kamu dapat menghidarinya dengan menggunakan code dibawah ini :
public ActionResult Insert() {
    // return View(); // here the model instance defaults to null
    return View(new Product());
}
Uninstall URL Rewrite Apabila Kamu Tidak Menggunakannya

Ketika IIS server kamu mempunyai URL rewrites module yang terinstall tetapi tidak terhadap aplikasi yang dijalankan ASP.NET MVC 3.

Mengapa : ketika melakukan URL generation (misalnya melalui metode Html.ActionLink) dalam beberapa kasus MVC akan memeriksa apakah url yang diminta telah ditulis ulang oleh module URL Rewrite.

Tindakan memeriksa apabila URL telah ditulis ulang memiliki biaya yang tidak sepele (karena melibatkan memeriksa variabel server). ASP.NET MVC 3 memeriksa untuk melihat apakah URL Rewrite dimatikan dan bisa menyimpannya sehingga menghindari kebutuhan untuk memeriksa variabel server untuk setiap request. Jika URL Rewrite dihidupkan MVC harus memeriksa variabel server bahkan jika tidak ada penulisan ulang terjadi untuk permintaan tertentu jadi jika Kamu tidak menggunakan URL Rewrite Kamu harus mematikannya (Perhatikan bahwa MVC 2 selalu melakukan cek ini sehingga mengubah URL Rewrite off akan tidak membuat perbedaan).

ASP.NET Hosting - Jaringan Hosting :: Cara Menggunakan Request Filtering Pada IIS Untuk Mencegah Sql Injections

Dalam tutorial ini kita akan menunjukkan kepada kamu bagaimana menggunakan Request Filtering dalam ASP.Net di IIS untuk Mencegah SQL Injections. Harap diperhatikan bahwa instruksi ini hanya berlaku untuk Windows 2008 IIS 7 dan  Windows 2012 IIS 8 Server.




Pertama, kamu perlu untuk membuat koneksi ke website kamu dengan menggunakan IIS Manager. Setelah terhubung, dobel klik modul Request Filtering di IIS Manager.


Sekarang klik icon URL di modul Request Filtering.


Kemudian klik Deny Sequence dibagian Action.


Dalam contoh ini kita akan memblokir istilah umum SQL Injection “varchar” jadi masukan katanya kedalam box Deny Sequence kemudian klik OK.

Jadi sekarang ketika seseorang mencoba untuk memasukkan “varchar” ke URL situs kamu, mereka akan menerima pesan error berikut dari server :


Ada sejumlah istilah lain yang kamu juga dapat menggunakannya. Berikut adalah beberapa istilah yang kamu mungkin ingin menambahkannya ke aturan Deny Sequnce untuk akun situs kamu juga :
  • @@version
  • char
  • exec
  • execute
  • declare
  • cast

Jadi, sekarang ketika ada yang mencoba memasukkan salah satu terms di atas ke dalam URL Sequnce Kamu, mereka akan menerima HTTP Error 404.5 – Not Found error message from the server.

Hati hati ! apabila website kamu menggunakan salah satu terms yang kamu sangkal, kamu akan menerima pesan HTTP Error 404.5 juga. Jadi pilihlah istilah kamu secara bijaksana untuk mencegah masalah apapun dengan website kamu.








Wednesday, 16 July 2014

Cara Men-Deploy Content Website ASP.Net dengan IIS 7.0


Dalam Artikel ini Anda akan memahami bagaimana cara untuk men-deploy konten ASP.Net dengan menggunakan IIS7.0. IIS (Internet Inormation Service) Adalah Web server yang dikeluarkan oleh microsoft yang gunakan untuk sistem operasi server windows yang mendukung TCP/IP. IIS Dapat digunakan sebagai platform di mana aplikasi web berjalan, dengan menggunakan (ASP), ASP.NET, (ISAPI), (CGI), Microsoft .NET Framework. bahkan hingga saat ini IIS telah mencapai versi IIS 8.5




Pendahuluan pada IIS 7

1. Sekarang Masuklah ke Home Screen untuk IIS 7.0:



2. Buat direktori virtual di IIS 7.0:



Setelah Anda membuat sebuah direktori virtual, salinlah folder content yang telah dipublish ke Virtual Directory:
  1.  Langkah 1: Dari Visual Studio 2005 keatas, publishlah web-application anda.
  2. Langkah 2: salinlah folder content yang telah dipublish ke folder “C:\inetpub\wwwroot\YourVirtualDir”
  3. Langkah 3: Dari RUN -> inetmgr -> OK

Pengaturan otentikasi:

Anda dapat mengubah Pengaturan Keamanan di Bagian Authentication. Secara default setting akan diatur melalui web.config Anda. Berhubung pada web.config saya, Form Authentication telah diatur, maka Forms Authentication telah Diaktifkan (Enabled). Jika kita ingin mengubah status, klik dua kali dan update status ke Diaktifkan atau Dinonaktifkan atau sebaliknya.


Thursday, 26 June 2014

ASP.NET 4.5.2 Hosting – Jaringan Hosting :: Tips SEO untuk situs ASP.Net


ASP.NET 4.5.2 –Jaringan Hosting :: Tips SEO untuk situs ASP.Net
Dalam artikel kali ini, saya akan memberikan tips seo untuk situs ASP.net anda. Search Engine Optimization adalah proses meningkatkan visibilitas dari sebuat website pada result page di search engine. Dengan menyisipkan unsur yang raman dengan mesin pencari kedalam website.  SEO membantu untuk memastikan bahwa sebuat situs dapat diakses mesin pencari dan meningkatkan kemungkinan situs tersebut dapat ditemukan oleh search engine.
ASP.NET (awalnya disebut ASP+) adalah generasi terbaru dari Microsoft Active Server Page (ASP), sebuah fitur dari Internet Information Server (IIS). Versi terbaru dari ASP.NET adalah ASP.NET 4.5.2
Berikut ini 10 tips SEO untuk website ASP.NET

ASP.NET 4.5.2 Hosting Indonesia - JaringanHosting.com

1.       JUDUL HALAMAN
Setiap Halaman dalam website harus memiliki judul halaman yang unik dan deskriptif yang dapat menggambarkan apa yang ditawarkan oleh halaman tersebut. Anda dapat mengatur judul halaman secara deklaratif ataupun dalam kode di balik file. Hal ini sangat mudah dicapat dan memiliki pengaruh besar dalam peringkat situs anda, jangan gunakan judul yang status Tag <Title> adalah salah satu cara terbaik untuk mengoptimalkan sebuah situs untuk topic khusus ataupun keyword. Jangan gunakan terlalu banyak keywords dalam tag judul, karena anda akan membayar untuk setiap dan semua keyword. Membayar maksudnya bahwa berat dari situs anda akan dibagi berdasarkan tag judul. Pilihlah hanya satu atau dua kata kunci, ataupun kata kunci kombinasi untuk mencapai relevansi dan peringkat yang baik.


2.       HYPERLINK
Pastikan semua link dalam situs anda merupakan hyperlink. Search engine dapat merangkak kepada suatu halaman hanya jika terhubung melalui hyperlink (anchor tag). Java script tidak ramah dengan search engine, mengingat search engine tidak memahami hal tersebut.


3.       META KEYWORD AND META DESCRIPTION
Tambahkan meta keyword dan meta description tag dengan konten yang relevan. Search engine akan menggunakannya tag ini untuk memahami apa yang ditawarkan oleh page.


4.       URL YANG DESKRIPTIF
Buat website url anda lebih deskriptif. url yang memiliki banyak nilai string Tanya. Id numeric tidaklah deskriptif.  Hal ini dapat memberikan informasi yang cukup mengenai apa yang ditawarkan oleh sebuah halaman.

5.       ALT FOR IMAGES, TITLE FOR ANCHOR
Tambahkan ALT text untuk gambar dan judul untuk hyperlink. Alt text akan ditampilkan  manakala browser tidak dapat menampilkan gambar karena alasan alasan tertentu. Search engine tidak dapat membaca gambar dan alt text dapat memberikan beberapa hint tentang gambar yang bisa digunakan oleh search engine.

6.       RANCANG HALAMAN ANDA DENGAN RINGAN
Cobalah untuk merancang halaman anda dengan lebih sedikit konten media seperti gambar, objek flash, objek Silverlight, Objek ActiveX dan yang lainnya. Search engine hanya dapat membaca konten HTML. Halaman yang dibangun seluruhnya dengan flash atau Silverlight tidak ramah dengan search engine, mengingat robot search engine tidak dapat menemukan isi tekstual dalam halaman tersebut

7.       TAGS HEADER
Gunakan Header tags (H1,H2,H3,H4,H5, dan H6) ditempat yang sesuai, jangan menggunakan styiling text di tags SPAN.  Header tags ramah dengan search engine. Anda bisa menggunakan tag secara efisien untuk mengatur heading halaman anda dan subheading. Sebagai contoh anda dapat memasukkan heading paling atas halaman anda di H1, subheading di H2, sub-sub heading di H3, dan seterusnya.  Hal tersebut mewakili hirarki yang tepat untuk konten pada halaman anda

8.       BATASI JUMLAH LINKS PER PAGE
Sebelumnya telah ada batas untuk jumlah link yang dapat di index oleh google (100 link per page). Pembatasan ini kini ditiadakan. Namun masih dianjurkan untuk membatasi jumlah link di halaman anda untuk menghindari adanya akibat yang merugikan bagi site rank anda. Hal ini untuk menghindari link spamming dan memelihara page rank.

9.       BANGUN SITEMAP
Selalu miliki site map untuk memandu users dan search engine untuk navigasi halaman situs anda secara mudah. Sangat diperlukan untuk memiliki 2 site map untuk sebuah situs. Sebuah xml sitemap dapat digunakan oleh search engine dan sebuah html sitemap digunakan untuk user website. Anda dapat mengajukan xml sitemap ataupun rss feed ke google webmaster tools.

10.   BUAT HALAMAN YANG RAMAH SEO
Selalu susun link halaman yang ramah search engine ketika menampilkan daftar items pada summary page. Sebagai contoh, daftar produk, halaman daftar artikel, dan seterusnya. Sebuah link disebut ramah search engine jika memiliki anchor tag (<a>) dengan url yang dapat dicapai property hrefnya melalui permintaan GET.

Thursday, 23 January 2014

ASP.NET Hosting - JaringanHosting.com :: Bekerja dengan URL Routing di ASP.NET Framework 4.0

URL Routing adalah fitur di ASP.NET yang memungkinkan Anda untuk mengkonfigurasi aplikasi Anda untuk menentukan URL yang ramah pengguna . Hal ini banyak membantu dalam Search Engine Optimization. Search Engine Optimization (umumnya dikenal sebagai SEO ) adalah strategi yang digunakan untuk meningkatkan traffic ke situs web. Wikipedia menyatakan: " Search engine optimization ( SEO ) adalah proses meningkatkan visibilitas sebuah website atau halaman web di mesin pencari.

Anda dapat menggunakan routing untuk menentukan URL yang tidak peta untuk setiap file fisik tertentu pada disk. Juga, Anda dapat menggunakan routing di ASP.NET 4 untuk menentukan custom routes.  Sekarang Anda dapat menentukan URL yang ramah dan deskriptif bagi pengguna dalam aplikasi ASP.NET Anda untuk membantu mengoptimalkan SEO. Yang perlu Anda lakukan adalah dengan memasukkan namespace System.Web.Routing dan kemudian menentukan routes yang sesuai. System.Web.Routing namespace berisi kelas-kelas yang diperlukan yang dapat Anda gunakan untuk menerapkan penulisan ulang URL dalam aplikasi ASP.NET.



Menerapkan URL Routing di ASP.NET 4
Pada bagian ini kita akan membahas bagaimana kita dapat menerapkan URL Routing di ASP.NET 4 aplikasi yang menggunakan Microsoft Visual Studio 2010. Untuk melakukan routing, hal pertama yang Anda harus lakukan adalah mengkonfigurasi file konfigurasi aplikasi Anda. Potongan kode berikut menunjukkan bagaimana Anda dapat mengkonfigurasi modul routing yang ke ASP.NET pipeline menggunakan bagian <httpmodules> file konfigurasi aplikasi Anda :

  <httpModules>     
    <add name="RoutingModule"   
       type="System.Web.Routing.UrlRoutingModule,   
          System.Web.Routing,   
          Version=3.5.0.0, Culture=neutral,   
          PublicKeyToken=31bf3856ad364e35"/>  
  </httpModules>  

Jika Anda adalah ingin menerapkan routing pada ASP.NET 4 menggunakan IIS 7.0, Anda harus tentukan konfigurasi module routing dalam modul pada file web.config aplikasi bersama-sama dengan entri untuk menangani permintaan yang masuk. Anda harus menentukan entri ini di bagian file konfigurasi aplikasi Anda. Berikut ini adalah contoh:

 <system.webServer>  
    <modules runAllManagedModulesForAllRequests="true">  
     <add name="UrlRoutingModule"  
         type="System.Web.Routing.UrlRoutingModule,   
            System.Web.Routing, Version=3.5.0.0,   
            Culture=neutral,   
            PublicKeyToken=31BF3856AD364E35" />  
    </modules>  
    <handlers>  
     <add name="UrlRoutingHandler"  
        preCondition="integratedMode"  
        verb="*" path="UrlRouting.axd"  
        type="System.Web.HttpForbiddenHandler,   
           System.Web, Version=2.0.0.0, Culture=neutral,   
           PublicKeyToken=b03f5f7f11d50a3a" />  
    </handlers>  
  </system.webServer>  

Potongan kode berikut menggambarkan bagaimana Anda dapat menggunakan Page Meta Keyword dan Deskripsi fitur di ASP.NET 4.0.

  protected void Page_Load(object sender, EventArgs e)  
  {  
  this.Page.Title = "Code Guru";  
  this.Page.MetaKeywords = "Internet.com";  
  this.Page.MetaDescription = "This is a sample description.";  
  }  

Potongan kode berikut menggambarkan bagaimana Anda dapat menentukan routes di file Global.asax Anda:

  protected void Application_Start(object sender, EventArgs e)  
  {  
       RegisterRoutes(RouteTable.Routes);  
  }  
  public static void RegisterRoutes(RouteCollection routes)  
  {  
       routes.MapPageRoute("RouteToDepartments",  
       "Departments/{departmentName}",  
       "~/departments.aspx");  
  }  

Kemudian Anda dapat menggunakan koleksi Page.RouteData.Values ​​untuk memeriksa apa yang disimpan di dalamnya dan kemudian menggunakan logika yang tepat untuk page load event dari halaman web Anda.

 string departmentName = Page.RouteData.Values["departmentName"].ToString();  

Potongan kode berikut menggambarkan bagaimana Anda dapat membaca data dari koleksi ini dalam event Page_Load pada form web Anda.

  protected void Page_Load(object sender, EventArgs e)  
  {  
  String departmentName = Page.RouteData.Values["departmentCode"].ToString();  
       if (department.Equals("HR"))  
       {  
        Response.Write("HR Department");  
       }  
       else  
       {  
         Response.Write("Other departments");  
       }  
  }  

JaringanHosting.com adalah providerASP.NET dan Windows hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012,ASP.NET 4.5,ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch.Untuk keterangan lanjutan, silahkan klik disini!

Thursday, 9 January 2014

ASP.NET Hosting – JaringanHosting.com :: Membuat Aman ViewState dalam ASP.NET

ASP.NET ViewState adalah state management pada sisi klien.  ViewState disimpan dalam field tersembunyi dengan ID bernama __VIEWSTATE. Biasanya, informasi ViewState yang tersimpan terlihat seperti di bawah ini:



Sekarang mari kita lihat 'value'nya. Itu terlihat seperti string yang terenkripsi. Itu tidak lain hanyalah string Base64 yang dikodekan dan bukan merupakan string yang dienkripsi. Sehingga dapat dengan mudah diterjemahkan. Alasan utama untuk menggunakan Base64 encoding adalah sebagai berikut: 

ASP.NET Hosting - JaringanHosting.com
  • Base64 membuat string cocok untuk transfer HTTP
  • Hal ini membuat sedikit sulit untuk dibaca
Tetapi orang-orang sering bingung dan seringkali menyangka jika ini adalah string yang dienkripsi.  Mari kita coba decode string menggunakan ViewState Decoder (alat yang bagus yang dibuat oleh Fritz Onion).


Setelah men-decode string, kita bisa melihat data yang tepat disimpan dalam ViewState. Anda dapat menulis beberapa baris kode untuk memecahkan kode teks dan Anda akan mendapatkan informasi ViewState yang sebenarnya.


  
Jadi inilah cara kerja  ViewState :
Secara default, ViewState adalah serial Base-64 encoded string. Pada postback, informasi kondisi tampilan dimuat dan diterapkan kembali ke keadaan bertahan dari kontrol dalam hirarki kontrol.

Solusi

1. Ada dua cara yang berbeda di mana Anda dapat mencegah seseorang dari mendekripsi data ViewState. Anda dapat memastikan bahwa informasi ViewState adalah tamper-proof dengan menggunakan "kode hash". Anda dapat melakukan ini dengan menambahkan EnableViewStateMAC = "true" pada halaman Anda. MAC adalah singkatan dari "Message Authentication Code".

 

Ketika kita menggunakan "EnableViewStateMAC = true", selama ViewState menyimpan, ASP.NET internal menggunakan kode hash. Kode hash ini adalah checksum cryptographically yang kuat. Hal ini ditambah dengan konten ViewState dan disimpan dalam field yang tersembunyi. Selama postback, data checksum diverifikasi lagi oleh ASP.NET. Jika ada ketidakcocokan, postback akan ditolak.

2. Opsi kedua adalah atur ViewStateEncryptionMode="Always" yang akan mengekripsi data View State. Contoh bisa dilihat pada gambar dibawah ini.



ViewStateEncryptionMode memiliki 3 opsi yang bisa dipilih, yaitu:
  • Always: selalu mengenkripsi ViewState.
  • Auto: Menginkripsi saat ada permintaan. Apabila pilihan ini dijalankan, 'the control' harus memanggil method Page.RegisterRequiresViewStateEncryption()
  • Never: Tidak akan mengenkripsi ViewState.
Apabila anda menulis ViewStateEncryptionMode="Always" dan mencoba untuk mendecode data ViewState, Anda akan mendapatkan informasi seperti pada gambar di bawah ini. 



Kita juga dapat mengaktifkan pengaturan ini untuk EnableViewStateMAC dan ViewStateEncryptionMode di web.config:



Note: Cobalah untuk hindari mengenkripsi apabila itu tidak diperlukan karena dapat mempengaruhi performa.
JaringanHosting.com adalah provider ASP.NET danWindows Hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012, ASP.NET 4.5, ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch. Untuk keterangan lanjutan, silahkan klik disini!

Sunday, 24 November 2013

WCF sebagai Web Services di Asp.Net



WCF adalah hasil perkembangan dari web services tradisional yang memiliki banyak sekali kelemahan dalam menjalankan komunikasi antar aplikasi. Salah satu dari beberapa keunggulan yang dimiliki oleh WCF ini adalah multi access protocol. Yaitu memungkinkan untuk anda memanfaatkan services dari WCF dari beberapa protokol selain HTTP/HTTPS yang biasanya digunakan oleh web services tradisional. Selain keunggulan tersebut WCF juga memiliki perbedaan yang mencolok jika dibanding dengan services tradisional yang dimiliki oleh ASP.Net, yaitu adanya ABC : Address Binding Contract yang merupakan end point dari services yang disediakan oleh WCF. Selain ABC tersebut, adanya Services Contract juga membuat WCF unik dan benar-benar mempromosikan gaya mendesign “Contract”, dimana developer membutuhkan pertimbangan akan interaksi aplikasi lain (outside world) dengan service yang ada.
Ok, saya kira cukup untuk bagian promosi dari WCF, sekarang pertanyaannya bagaimana kita mulai untuk menggunan teknologi WCF tersebut, nah semua itu akan terjawab pada beberapa langkah dibawah ini, dimana saya akan menggunakan aplikasi Silverlight untuk mengkonsumsi services yang diberikan oleh WCF tersebut. 

Langkah Pertama : Membuat Project WCF Services Application di Visual Studio
Karena yang kita buat hanyalah sebuah services sederhana, maka secara gampangnya kita cukup membuat WCF Services Application di Visual Studio 2010 seperti gambar dibawah ini:


Langkah Kedua : Merubah Services Contract Sesuai Keinginan Kita
Services contract dalam WCF merupakan sebuah message yang digunakan untuk berkomunikasi oleh WCF. Jika dalam web services tradisional semua class yang dibutuhkan oleh web services kita akan diserialize menjadi services message, dalam hal ini WCF sedikit berbeda, object yang diserialize adalah object object yang terdapat dalam services contract/data contract kita. Dalam WCF, services contract akan mengimplement sebuah interface yang notabennya didalam interface itulah kita mendeklarasikan services contract kita. Class class yang dibutuhkan oleh web services juga harus kita deklarasi sebagai data contract seperti dibawah ini : 

User.cs
 


Langkah Ketiga : Testing WCF Web Services
Untuk melakukan testing silahkan klik kanan pada file .svc yang anda buat dan pilih View in Browser





Jika tidak terjadi error maka akan keluar halaman seperti ini dan web services anda telah siap dikonsum oleh client. 

Sekarang silahkan membuat sebuah sebuah project Console untuk melakukan testing terhadap web services yang telah dibuat tadi.
Untuk bisa mengkonsum sebuah WCF Services, klik add service reference seperti gambar dibawah ini 
 


Jika anda beruntung, dan tidak terjadi error suatu apapun, maka akan keluar output seperti ini :


Jika Anda mencari web hosting yang handal dan terjangkau atau email hosting, Anda dapat mempertimbangkan JaringanHosting.com.