Hyper-V (Hypervisor) adalah salah satu role yang terdapat pada Windows Server 2012. Hypervisor memungkinkan sebuah server/komputer fisik Physical Machine) menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan seolah memiliki banyak komputer/server yang bisa dijalankan sekaligus (Virtual Machine). Untuk dapat menjalankan role Hyper-V, dibutuhkan processor yang sudah support teknology virtualisasi, yaitu Intel-VT atau AMD-V. Pada tutorial kali ini kita akan membahas bagian-bagian penting pada Hyper-V Manager.
JaringanHosting.com adalah provider ASP.NET dan Windows hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012, ASP.NET 4.5, ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch.Untuk keterangan lanjutan, silahkan klik disini!Hyper-V Manager adalah interface yang bisa anda gunakan untuk management Virtual Machine (VM). Ada banyak cara untuk mengakses Hyper-V Manager, salah satunya adalah dengan melalui Server Manager, yaitu melalui menu Tool > Hyper-V Manager.
AREA 1
AREA 2
AREA 3
Snapshot biasanya digunakan untuk melakukan uji coba installasi software/driver sebuah virtual machine sebelum virtual machine tersebut benar-benar digunakan pada production network. Pada contoh gambar di atas tidak terdapat satu pun snapshot dikarenakan belum ada snapshot yang dibuat. Lebih detail tentang snapshot akan dibahas pada artikel tersendiri.
AREA 4
AREA 5
AREA 6









